GAMBARAN UMUM MENGENAI PANDANGAN BAKAL CALON PRESIDEN DAN SEKJEN BEM FISIP 2009-2010
( DEWA-NANDA BEKERJA : BERANI-BERKARAKTER-BERTANGGUNG JAWAB)
VISI:
Melalui LKM FISIP, mewujudkan mahasiswa FISIP yang konstruksif dan profesional sesuai hak dan kewajiban mahasiswa
MISI:
1. Profesional dalam berorganisasi
2. Mengawal setiap kebijakan kemahasiswaan
3. Meningkatkan fungsi komunikasi LKM FISIP
Adapun penjelasan tambahan mengenai cakupan visi misi diatas adalah
Fisip merupakan salah satu fakultas baru yang lahir di lingkup civitas akademika Universitas Brawijaya. Meskipun baru tetapi nafas kegiatan kemahasiswaan cukup banyak berkembang dan variatif, ada 9 organisasi minat bakat setingkat LSO (Lembaga Semi Otonom), 5 himpunan jurusan, DPM, BEM dan KM (Kongres Mahasiswa). Secara de facto pemerintahan di FISIP tumbuh tahun 2006 Sampai saat ini FISIP telah memiliki 3 presiden , Ibad, Galuh dan Tommy. Dedikasai dan kontribusi beliau cukup banyak mempengaruhi dalam percepatan dinamika kemahasiswaan di FISIP.
Visi kami kedepan, yakni bercermin pada realita beragamnya organisasi kemahasiswaan di FISIP dan amanah BEM di tataran LKM FISIP maka kami memiliki pandangan adalah mengsinergiskan semua Lembaga Kedaulatan Mahasiswa agar terbentuk karakter mahasiswa yang membangun (konstruktif) dan profesional bagi terciptanya budaya organisasi FISIP yang dinamis dan berkembang yang didasarkan pada hak dan kewajiban mahasiswa.
Beberapa poin pendukung dalam menjalankan visi, kami wakilkan melalui misi :
1. Tidak dipungkiri lagi beberapa aktifis mahasiswa lahir dari berbagai organisasi yang cukup beragam. Profesionalitas mutlak diperlukan dalam keseharian operasional organaisasi sehingga terwujudnya iklim organisasi yang kondusif dan membangun
2. Kemahasiswaan FISIP memegang peranan mutlak mengenai arah dan bimbingan bagi kinerja organisasi FISIP. Fungsi BEM disini adalah sebagai pemndampingan dan pengawalan bagi kebijakan kemahasiswaan agar kebijakan yang dijalankan ini bisa sama-sama menguntungkana bagi pihak mahasiswa dan pihak pembuat kebijakan
3. Keberagaman organisasi bisa memberikan pandangan yang menguntungkan bahkan bisa juga merugikan. Persaingan yang membangun bisa diwujudkan dengan meningkatkan fungsi komunikasi agar tercipta keharmonisan den kesatuan berpikir yang konstruktif

.

Advertisements