Archive for May, 2012


Ulang tahun dan Refleksi Eksistensi Informasi

 

(Voice of America Rayakan Hari Jadi ke-70, Sabtu, 05 Mei 2012, http://www.voaindonesia.com/content/voice-of-america-rayakan-hari-jadi-ke-70-138539259/104303.html)

 

Sulitnya tanpa media

Betapa luar biasanya, media mempengaruhi dan mempropagandakan informasi bagi masyarakata. Entah 70 tahun lalu, pada apa masyarakat Amerika bergantung, mungkin juga dunia, jika VOA tidak turut andil bagian dalam menengahi informasi perang-perang dunia. Sangatlah signifikan, peran media dengan opini yang berkembang di masyarakat. Media lah yang menjadi tangan panjang masyarakat dalam partisipasinya mengontrol sistem sosial. Ahh.. apa jadinya, jika William Harlan Hale tak berinisiatif untuk terjun langsung dengan senjata radio nya dalam rangka mendamaikan dunia.  Membawa sisi lain dari kedamaian Jepang dan USA.

 

Saya pikir, VOA lahir untuk menginformasi dan menginspirasi dunia . Tak luput juga dengan salah satu cerita tentan Pram di bawah ini :

—–

Era menjadi sangat mudah ketika semua sudah dalam versi digital. Digitalisme informasi membawa tuntutan ekstra cepat sekaligus juga murah. Memanjakan konsumen dan mempermudah produsen informasi. Hingga akhirnya, konsumen merasa sangat nyaman dengan apa yg ia dapatkan * determinisme tekhnologi informasi, “Marshal McLuhan”

 

Pram, haruslah lebih akrab dengan informasi. Pram seyogyanyalah luas akan wawasan. Alih alih, apa yg ia kerjakan sekarang menuntutnya akan hal tesebut. Dalam 5 tahun terakhir dia habiskan waktu di perantuan. Tempat yang didesain melatih mental, fisik dan tempa karakter. Universitas Brawijaya Malang, menjadi jodoh perantauannya kini. Menjadi dan terpilih sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Studi produksi, olah, atur dan kontrol pesan. Itulah makro studi Ilmu Komunikasi.

 

Prioritaslah yang menjadi dasar pemenuhan kebutuhan. Maslow : dengan 5 tahapan kebutuhan manusia, biologis hingga eksistensi. Pram, meyadari akan kekurangan yang ia terima. Namun sbg seorang subjektivis. Segala sesuatu itu bukan 100 persen “given” namun ada kuasa Tuhan dengan kombinasi usaha manusia yang membawa pada tingkat capaian yang maksimal.

 

Miskin,, tentu saja tidak.

Hanya cukup

 

Tak berlebihan kiranya, studi komunikasi ini menjadi sangat sulit utk dilalui. Ketercukupan finansial tidak menoleransi pada tingkat kebutuhan lebih tinggi lainnya.

Walhasil, eksistensi dalam konsumsi informasi harus di pangkas.

 

Secercah metafora membayangkan, seorang pemburu tanpa tombak, seorang penulis tanpa pena dan seorang (calon) pakar komunikasi tanpa informasi

 

aish, subyektifitas thingker and right brain method justru makin buat Pram kreatif

apa yang ia punya, itulah senjatanya. Jika sabak yang penulis punya, itulah penanya. Jika batu yang pemburu punya, itulah senjatanya.

So… What about Pram?

 

Apa yang Pram punya?

 

Informasi oh informasi

ketika BBM naik, harga buku pun makin naik

informasi oh informasi

ketika tiba d perantauan, TV dan radio pun menjadi idam idaman

informasi oh infromasi

ketika kebutuhan makan jd utama, koranpun hanya pinjaman

informasi ih informasi

ketika waktu telah habis tuk bekerja, luangpun terlewat tuk nikmati berita

 

diawal pun sudah di katakan, di tengahpun akan di tekankan

 

Pram sang subyektifis : bukan nasib namun upaya tuk bangkit

Cumlaude dalam 3 tahun 9 bulan mampu dia buktikan

ah,, tdak sesedehana cara menuliskannya

 

Hape mungil dengan fitur radio jadi sambungan murah, mudah dan dapat di andalkan

terima kasih untuk Andalus FM Malang yang me relay VOA Indonesia Pagi

siaran berita global dan nasional dikemas dengan ringkas namun padat

 

Sholat, mandi, makan, kuliah, istirahat, pulang dan tidur…. Ah, rutinitas yang jemu dan terus saja seperti itu

 

Butuh selingan, harus di paksa dan di cari..

Ya selingan informasi

VOA Indonesia mampu mengisi kekosongan dengan selingan2 hangat seputar informasi berita Internasional dan isu isu komunikasi politik dunia

 

Pagi hari sebelum berangkat, selalu disempatkan utk terus stay tune 91.10 Mhz FM, Andalus

agar selalu sigap dan cermat dalam menyikapi topik topik informasi

 

Khusunya kini, setelah Pram Lulus dan menjadi Dosen di Malang

ah,, VOA Indonesia terus menemani dengan kemudahanya..

Terima kasih VOA Indonesia. Kau telah menjadi sisi lain kesuksesan Pram

#4 Mei 2012.

Based on True

—–

Image

 

Sulitnya tanpa media Era menjadi sangat mudah ketika semua sudah dalam versi digital. Digitalisme informasi membawa tuntutan ekstra cepat sekaligus juga murah. Memanjakan konsumen dan mempermudah produsen informasi. Hingga akhirnya, konsumen merasa sangat nyaman dengan apa yg ia dapatkan * determinisme tekhnologi informasi

 

Pram, haruslah lebih akrab dengan informasi. Pram seyogyanyalah luas akan wawasan. Alih alih, apa yg ia kerjakan sekarang menuntutnya akan hal tesebut. Dalam 5 tahun terakhir dia habiskan waktu di perantuan. Tempat yang didesain melatih mental, fisik dan tempa karakter. Universitas Brawijaya Malang, menjadi jodoh perantauannya kini. Menjadi dan terpilih sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Studi produksi, olah, atur dan kontrol pesan. Itulah makro studi Ilmu Komunikasi. Prioritaslah yang menjadi dasar pemenuhan kebutuhan. Maslow : dengan 5 tahapan kebutuhan manusia, biologis hingga eksistensi.

Pram, meyadari akan kekurangan yang ia terima. Namun sebagai seorang subjektivis. Segala sesuatu itu bukan 100 persen “given” namun ada kuasa Tuhan dengan kombinasi usaha manusia yang membawa pada tingkat capaian yang maksimal.

Miskin,, tentu saja tidak. Hanya cukup

Tak berlebihan kiranya, studi komunikasi ini menjadi sangat sulit utk dilalui. Ketercukupan finansial tidak menoleransi pada tingkat kebutuhan lebih tinggi lainnya. Walhasil, eksistensi dalam konsumsi informasi harus di pangkas.

Secercah metafora membayangkan, seorang pemburu tanpa tombak, seorang penulis tanpa pena dan seorang (calon) pakar komunikasi tanpa informasi. Aish, subyektifitas thingker and right brain method justru makin buat Pram kreatif

Apa yang ia punya, itulah senjatanya. Jika sabak yang penulis punya, itulah penanya. Jika batu yang pemburu punya, itulah senjatanya. So… What about Pram? Apa yang Pram punya?

Informasi oh informasi : ketika BBM naik, harga buku pun makin naik

informasi oh informasi :ketika tiba d perantauan, TV dan radio pun menjadi idam idaman

informasi oh infromasi ketika kebutuhan makan jd utama, koranpun hanya pinjaman

informasi ih informasi ketika waktu telah habis tuk bekerja, luangpun terlewat tuk nikmati berita

 

Diawal pun sudah di katakan, di tengahpun akan di tekankan

Pram sang subyektifis : bukan nasib namun upaya tuk bangkit Cumlaude dalam 3 tahun 9 bulan mampu dia buktikan ah,, tdak sesedehana cara menuliskannya.Hape mungil dengan fitur radio jadi sambungan murah, mudah dan dapat di andalkan. Terima kasih untuk Andalus FM Malang yang me relay VOA Indonesia Pagi siaran berita global dan nasional dikemas dengan ringkas namun padat

Sholat, mandi, makan, kuliah, istirahat, pulang dan tidur…. Ah, rutinitas yang jemu dan terus saja seperti itu. Butuh selingan, harus di paksa dan di cari.. Ya selingan informasi VOA Indonesia mampu mengisi kekosongan dengan selingan2 hangat seputar informasi berita Internasional dan isu isu komunikasi politik dunia. Pagi hari sebelum berangkat, selalu disempatkan utk terus stay tune 91.10 Mhz FM, Andalus agar selalu sigap dan cermat dalam menyikapi topik topik informasi

Khusunya kini, setelah Pram Lulus dan menjadi Dosen di Malang ah,, VOA Indonesia terus menemani dengan kemudahanya.. Terima kasih VOA Indonesia. Kau telah menjadi sisi lain kesuksesan Pram

#4 Mei 2012. Based on True

Image

Kuasa, Cinta, Pengorbanan, Upaya semua telah di tulis dalm suatu buku yang rahasia,,,
tak pernha kita tahu, tak tahu di mana tempatnya dan tak sempat tuk kita cari

Saya ingin sekali membaca,, kemana rel hidup ini kan bertujuan

saat ini,, jika sya boleh berkiasan,, saya sedang menunggu kerta yang akan membawa saya pada tantangan dan kesempatan
ada banyak sekalia kereta yang datang lalu pergi zonder saya..
Ohh,,
masing masing kerta bukan bebas tuk naik dan masuk..
Mereka punya syarat, mereka punya klausul dan serangkaian test yang unik..siapa yg lolos, dia kan jadi salah satu penumpang terbaiknya..

Stasiun demi stasiun pun tak lepas dari daftar antrian saya
kereta demi kereta juga telah tertulis nama saya di sana
sampai saat ini : saya masih menunggu di ruang tunggu.. (Yang saya bayangkan VIP waiting room)

Bukan diam saya di sini. Bukan juga tak ada arti. VIP Room ini mengharuskan saya untuk turut andil bagian dalam aktifitas kereta yang lain. Yakni Kereta bernama KA. Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP UB
ah,, terkadang, sya harus ikut dalam rute,, namun dalam sekali kesempatan sy juga harus sejenak berhenti di stasiun
berganti kereta memilih untuk mencari yang sesuai harapan dan terbaik

Pengalaman pertama dalam hidup saya,, krena memang sy pertama kali menjalani hidup ini. Terlebih, jika memang ada re-inkarnasi hidup, saya juga tidak mengingat lagi, siapa dan bagaimana saya saat lampau. Oh Sang Mister I…

Mengingat adalah hal yang cukup menyedihkan bagi saya. Yakni Mengingat sesuatu yang tidak sesukses apa yang di harapkan

Indosat, Netsle, PTPN Yogya, Bank Indonesia, BRI, PT. Garuda Indonesia, PT. Angkasa Pura, dan masih ada lg di belakangnya…

suata saat saya kan tulis kisah lengkapnya,, hingga akhirnya,,, saya temukan kerta terbaik saya
🙂