Sulitnya tanpa media Era menjadi sangat mudah ketika semua sudah dalam versi digital. Digitalisme informasi membawa tuntutan ekstra cepat sekaligus juga murah. Memanjakan konsumen dan mempermudah produsen informasi. Hingga akhirnya, konsumen merasa sangat nyaman dengan apa yg ia dapatkan * determinisme tekhnologi informasi

 

Pram, haruslah lebih akrab dengan informasi. Pram seyogyanyalah luas akan wawasan. Alih alih, apa yg ia kerjakan sekarang menuntutnya akan hal tesebut. Dalam 5 tahun terakhir dia habiskan waktu di perantuan. Tempat yang didesain melatih mental, fisik dan tempa karakter. Universitas Brawijaya Malang, menjadi jodoh perantauannya kini. Menjadi dan terpilih sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Studi produksi, olah, atur dan kontrol pesan. Itulah makro studi Ilmu Komunikasi. Prioritaslah yang menjadi dasar pemenuhan kebutuhan. Maslow : dengan 5 tahapan kebutuhan manusia, biologis hingga eksistensi.

Pram, meyadari akan kekurangan yang ia terima. Namun sebagai seorang subjektivis. Segala sesuatu itu bukan 100 persen “given” namun ada kuasa Tuhan dengan kombinasi usaha manusia yang membawa pada tingkat capaian yang maksimal.

Miskin,, tentu saja tidak. Hanya cukup

Tak berlebihan kiranya, studi komunikasi ini menjadi sangat sulit utk dilalui. Ketercukupan finansial tidak menoleransi pada tingkat kebutuhan lebih tinggi lainnya. Walhasil, eksistensi dalam konsumsi informasi harus di pangkas.

Secercah metafora membayangkan, seorang pemburu tanpa tombak, seorang penulis tanpa pena dan seorang (calon) pakar komunikasi tanpa informasi. Aish, subyektifitas thingker and right brain method justru makin buat Pram kreatif

Apa yang ia punya, itulah senjatanya. Jika sabak yang penulis punya, itulah penanya. Jika batu yang pemburu punya, itulah senjatanya. So… What about Pram? Apa yang Pram punya?

Informasi oh informasi : ketika BBM naik, harga buku pun makin naik

informasi oh informasi :ketika tiba d perantauan, TV dan radio pun menjadi idam idaman

informasi oh infromasi ketika kebutuhan makan jd utama, koranpun hanya pinjaman

informasi ih informasi ketika waktu telah habis tuk bekerja, luangpun terlewat tuk nikmati berita

 

Diawal pun sudah di katakan, di tengahpun akan di tekankan

Pram sang subyektifis : bukan nasib namun upaya tuk bangkit Cumlaude dalam 3 tahun 9 bulan mampu dia buktikan ah,, tdak sesedehana cara menuliskannya.Hape mungil dengan fitur radio jadi sambungan murah, mudah dan dapat di andalkan. Terima kasih untuk Andalus FM Malang yang me relay VOA Indonesia Pagi siaran berita global dan nasional dikemas dengan ringkas namun padat

Sholat, mandi, makan, kuliah, istirahat, pulang dan tidur…. Ah, rutinitas yang jemu dan terus saja seperti itu. Butuh selingan, harus di paksa dan di cari.. Ya selingan informasi VOA Indonesia mampu mengisi kekosongan dengan selingan2 hangat seputar informasi berita Internasional dan isu isu komunikasi politik dunia. Pagi hari sebelum berangkat, selalu disempatkan utk terus stay tune 91.10 Mhz FM, Andalus agar selalu sigap dan cermat dalam menyikapi topik topik informasi

Khusunya kini, setelah Pram Lulus dan menjadi Dosen di Malang ah,, VOA Indonesia terus menemani dengan kemudahanya.. Terima kasih VOA Indonesia. Kau telah menjadi sisi lain kesuksesan Pram

#4 Mei 2012. Based on True

Image

Advertisements